Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2025

Sentuhan Afeksi dalam Sebuah Paket Buku

Sentuhan Afeksi dalam Sebuah Paket Buku Di sebuah sudut rumah, enam ekor kucing tampak bersantai di lorong sempit. Mereka hidup sederhana, hanya perlu sedikit ruang yang nyaman untuk merasakan damai. Adegan ini mengingatkan kita pada hal-hal kecil yang sesungguhnya mampu menghadirkan rasa bahagia. Kebahagiaan yang sama muncul ketika sebuah paket buku datang dari sebuah toko yang tidak hanya menjual, tetapi juga merawat pengalaman membaca. Paket itu sederhana: sebuah kotak hitam dengan stiker logo dan tali rami yang diikat rapi. Namun, justru dari kesederhanaan itulah hadir perasaan istimewa. Toko buku Thriftbox tidak berhenti pada fungsi jual beli, melainkan menambahkan detail-detail kecil yang menyentuh afeksi pembaca—stiker, pembatas buku dengan kalimat hangat, dan tata cara membungkus yang membuat pembaca merasa dihargai. Semua ini bukan sekadar soal barang, tetapi soal pengalaman. Carl Rogers, dalam bukunya A Way of Being, berbicara tentang pentingnya kehadi...

Zona-zona Komunikasi

  Materi: Zona-Zona Komunikasi (Konteks: D3 Analisis Farmasi dan Makanan) 1. Pendahuluan Dalam komunikasi interpersonal, zona komunikasi mengacu pada jarak fisik antara individu yang sedang berkomunikasi. Jarak ini mempengaruhi bagaimana pesan diterima dan dipersepsikan. Edward T. Hall, seorang antropolog, mengembangkan teori tentang Proxemics atau studi mengenai penggunaan ruang dalam komunikasi. Pemahaman tentang zona komunikasi sangat penting, terutama dalam pelayanan kesehatan di bidang Analisis Farmasi dan Makanan , di mana interaksi profesional harus menjaga keseimbangan antara pendekatan yang tepat dan penghormatan terhadap ruang pribadi. 2. Empat Zona Komunikasi Menurut Edward T. Hall Zona Intim (0–45 cm) Definisi : Zona ini mencakup jarak sangat dekat, biasanya digunakan untuk interaksi yang sangat pribadi, seperti antara anggota keluarga, teman dekat, atau pasangan. Komunikasi pada zona ini sering melibatkan kontak fisik dan intensitas emosi yang tinggi. Contoh dalam ...

Konsep 4P dalam Kreativitas

  Resume 4P dari Zhou & Rouse (2020) 1) Pribadi (Person) Definisi & pengukuran: Kreativitas didefinisikan konsisten sebagai ide/hasil yang baru dan bermanfaat; studi individual biasanya memakai rating atasan/rekan, tugas kreatif eksperimental, dan (lebih jarang) self-report. (Ch.1: Shalley & Breidenthal, pp. 13–27) Key driver intra-individu: Keyakinan & identitas: Creative self-efficacy dan identitas kreatif memprediksi kontribusi kreatif di kerja. (Ch.1, pp. 15–17) Affect & kontrol kognitif: keadaan emosi dan regulasi perhatian memodulasi cara orang mengeksplorasi atau mendalami ide (link ke Proses/DPCM). (Ch.2: Nijstad et al., pp. 29–48) Siklus karier: Output kreatif cenderung mengikuti kurva melengkung (puncak antara awal–paruh karier) dan dipengaruhi faktor domain & peluang sosial, bukan usia semata. (Ch.12: Mannucci, pp. 245–252) Implikasi: bangun keyakinan/identitas kreatif (umpan balik berfokus upaya & pembelajaran), kelola energi-emosi untuk fas...

Resume Kalat Chapter 1-Nerve Cells and Nerve Impulses

Nerve Cells  and Nerve Impulses Modul 1.1-The Cells of the Nervous System 1. Neurons and Glia Neuron adalah unit dasar sistem saraf, berfungsi menerima, memproses, dan menyampaikan informasi. Struktur utama neuron: soma (badan sel), dendrit (penerima sinyal), akson (penghantar sinyal), dan terminal sinaptik. Glia bukan hanya “lem” otak, tetapi memiliki peran penting: mendukung metabolisme neuron, membentuk mielin, membuang sisa metabolik, serta membantu komunikasi kimiawi. Jumlah sel glia hampir sama atau bahkan lebih banyak dibanding neuron, tergantung area otak. 2. The Blood–Brain Barrier Merupakan mekanisme pertahanan otak dari zat berbahaya dalam darah. Dibentuk oleh sel endotel yang rapat serta didukung astrosit. Melindungi otak dari racun, patogen, dan fluktuasi kimia darah, tetapi juga membatasi masuknya obat-obatan tertentu. Zat yang larut lemak (misalnya nikotin, alkohol) dan molekul kecil (oksigen, karbondioksida) dapat menembus dengan mudah,...

Komunikasi Nonverbal

  Materi: Komunikasi Nonverbal (Konteks: D3 Analisis Farmasi dan Makanan) 1. Pendahuluan Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, melainkan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, intonasi suara, kontak mata, postur tubuh, dan simbol-simbol lainnya. Dalam konteks pelayanan kesehatan, khususnya di bidang Analisis Farmasi dan Makanan , komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam meningkatkan kepercayaan, mengklarifikasi informasi, dan menciptakan interaksi yang lebih efektif dengan pasien, rekan kerja, dan pihak regulator. 2. Jenis-jenis Komunikasi Nonverbal Ekspresi Wajah Definisi : Wajah adalah salah satu aspek terpenting dalam komunikasi nonverbal karena mampu mengungkapkan berbagai emosi seperti senang, sedih, marah, atau bingung. Contoh dalam Pelayanan Kesehatan : Seorang analis farmasi yang tersenyum saat berinteraksi dengan pasien dapat memberikan kesan ramah dan membuat pasien merasa lebih nyaman saat menerima hasil uji obat. Ko...