Hasil riset dari Shamon & Berning, tahun 2020, menarik untuk dicermati lebih lanjut. Artikel ini berjudul Attention Check Items and Instructions in Online Surveys with Incentivized and Non-Incentivized Samples: Boon or Bane for Data Quality?
Artikel ini membahas careless responding (jawaban asal-asalan atau kurang perhatian) dalam survei online, serta efektivitas attention checks (item atau instruksi untuk menguji perhatian responden). Penulis membandingkan dua jenis sampel:
-
Quota sample dengan insentif uang (n = 613, insentif €1).
-
Volunteer opt-in panel tanpa insentif (n = 424).
Tujuannya adalah menilai apakah insentif meningkatkan kemungkinan jawaban ceroboh, serta apakah attention checks lebih banyak memberi efek positif (memotivasi) atau negatif (mendemotivasi).
Konsep Kunci
-
Careless responding: responden menjawab tanpa membaca/memahami item dengan benar. Bisa berupa random responding, inattentive responding, atau insufficient effort responding.
-
Metode deteksi:
-
Ex ante (attention checks): misalnya item palsu (bogus items), instruksi eksplisit untuk memilih jawaban tertentu, atau skala self-report.
-
Post hoc: analisis konsistensi, kecepatan menjawab (speeding), straightlining, dsb.
-
-
Hipotesis utama:
-
Incentive careless-response hypothesis → insentif menambah partisipasi responden dengan motivasi rendah → lebih banyak jawaban ceroboh.
-
Incentive-breakoff hypothesis → insentif mengurangi kemungkinan responden keluar di tengah survei.
-
Motivation vs Demotivation hypothesis → attention checks bisa membuat responden lebih termotivasi atau justru tersinggung/demotivasi.
Desain Penelitian
-
Metode: eksperimen split-ballot dengan setting berbeda:
-
Tanpa attention checks.
-
Dengan attention checks + penjelasan.
-
Dengan attention checks tanpa penjelasan.
-
-
Instrumen deteksi yang digunakan:
-
Instruksi "facility manager" (harus jawab 0).
-
Item “I was born before 1920” (hanya satu jawaban benar).
-
Item eksplisit “mark applies completely.”
-
Instruksi “unjustified too high” (di akhir vignette).
-
-
Indikator reaksi responden:
-
Break-off (berhenti isi survei).
-
Item nonresponse.
-
Measurement quality (true-score model, MTMM).
-
Skala self-report tentang seberapa hati-hati mereka membaca.
Hasil Riset
-
Perbedaan antara sampel dengan insentif vs tanpa insentif:
-
Tingkat careless responding lebih tinggi pada sampel dengan insentif.
-
Tetapi break-off justru lebih rendah pada sampel dengan insentif → insentif mencegah responden berhenti di tengah jalan.
-
-
Efektivitas attention checks:
-
Instruksi (misalnya facility manager, unjustified too high) relatif tidak efektif → >50% responden tetap gagal.
-
Item eksplisit (“born before 1920”, “mark applies completely”) lebih efektif → hampir semua responden menyadari.
-
Pada sampel tanpa insentif, hampir tidak ada responden yang gagal → attention checks kurang diperlukan di kelompok intrinsik termotivasi.
-
-
Dampak pada kualitas data:
-
Tidak ada bukti kuat bahwa attention checks mendemotivasi.
-
Di beberapa kondisi (tanpa insentif), attention checks justru meningkatkan motivasi responden untuk tetap menyelesaikan survei.
Kesimpulan
-
Careless responding adalah masalah umum di survei online, khususnya pada sampel dengan insentif.
-
Attention checks berguna untuk mendeteksi respon ceroboh dan cenderung lebih bersifat memotivasi daripada merusak kualitas data.
-
Namun, efektivitasnya tergantung pada konteks:
-
Pada sampel dengan motivasi intrinsik tinggi, attention checks hampir tidak diperlukan.
-
Pada sampel berinsentif, attention checks penting untuk menjaga kualitas data.
-
-
Secara praktis, penempatan attention checks di item lebih baik daripada di instruksi, karena lebih banyak responden yang memperhatikannya.

Comments
Post a Comment