Validity Evidence Berbasis Relasi pada Variabel Lain
Bukti validitas dapat ditunjukkan melalui hubungan empiris yang bermakna antara skor tes dan variabel eksternal. Hubungan ini tidak harus selalu dinyatakan dengan koefisien korelasi saja.
Esensi
- Menilai apakah skor tes memiliki hubungan fungsional dengan ukuran eksternal (criterion atau konstruk lain) sesuai teori.
- Korelasi adalah bentuk paling umum, tetapi bukan satu-satunya cara untuk menyajikan bukti relasional.
Jenis Bukti Relasional
- Predictive Skor tes memprediksi hasil di masa depan (mis. skor seleksi → kinerja kerja tahun pertama).
- Concurrent Skor tes berhubungan dengan kriteria kontemporer yang diukur pada saat yang sama (mis. tes prestasi ↔ nilai rapor semester berjalan).
Apakah Harus Korelasi?
Tidak. Berikut alternatif analisis untuk menunjukkan hubungan tes–kriteria sesuai tipe data dan pertanyaan riset:
| Analisis | Cocok untuk Data | Indikator Bukti Validitas | Contoh Singkat |
|---|---|---|---|
| Regresi Linear | Prediksi variabel hasil kontinu | Koefisien β signifikan; R² bermakna | Skor tes → memprediksi IPK tahun pertama |
| Regresi Logistik / Analisis Diskriminan | Kriteria kategori (lulus/tidak) | Odds ratio signifikan; akurasi/ROC tinggi | Skor seleksi → prediksi diterima kerja |
| ANOVA / Uji t | Banding rata-rata antarkelompok | Perbedaan mean signifikan & efek (d, η²) | Profesional berizin vs. tidak berizin memiliki skor etika berbeda |
| SEM / Path Analysis | Konstruk laten & model teoritik | Path signifikan; kecocokan model (CFI/TLI > .90, RMSEA < .08) | Konstruk “Motivasi” laten → kinerja tugas |
| Koefisien Peringkat / Nonparametrik | Data ordinal/non-normal | Spearman/Kendall signifikan; asosiasi χ² | Rangking tes ↔ rangking supervisor |
| Ukuran Akurasi Prediksi | Setting seleksi/klasifikasi | AUC, Brier score, kalibrasi | Model cut-off skor untuk memprediksi kelulusan pelatihan |
Inti: apa pun metodenya, bukti validitas relasional kuat bila hubungan yang diuji konsisten secara teoritis, signifikan, dan bermakna secara praktis.
Isu Teknis yang Mempengaruhi Nilai Hubungan
- Criterion problem: kriteria eksternal sering tidak sempurna/reliabel → menurunkan estimasi validitas.
- Restriction of range: sampel terseleksi memperkecil variasi skor → hubungan tampak lebih rendah.
- Non-normality: skewness/kurtosis ekstrem dapat mendistorsikan estimasi.
- Koreksi statistik: tersedia penyesuaian untuk attenuation dan range restriction bila asumsi terpenuhi.
Prinsip Praktis
- Pilih kriteria yang relevan, reliabel, dan sejalan teori.
- Laporkan selain signifikansi juga ukuran efek/ketepatan prediksi (R², d, AUC, dsb.).
- Gabungkan dengan bukti validitas lain (isi, struktur internal, konsekuensi penggunaan) untuk penilaian komprehensif.
Comments
Post a Comment