Skip to main content

Tulisanku kalau lagi PMS

Sebab diasuh oleh musik El-Suraya, maka liriknya terasa lebih relate.

Bila diri ingin dikenang, semailah benih di tengah sawah.

Bawalah ilmu padi di ladang, tambah berisi, tunduk ke bawah. 

Itu kutipan lirik dari bait pertama lagu Fatwa Orangtua. Sudah jarang kan dengar yang romansa melayu gini? Quote inspirasional yang trend sekarang biasanya in english atau tetap dalam bahasa Indonesia, tapi kurang Melayu. Misalnya kayak, "jangan suruh aku sabar, aku udah lewatin karantina Covid jauh dari keluarga", atau lainnya. Lirik itu dinyanyikan dengan alunan musik yang seperti irama padang pasir. Vokalnya juga mendukung, mendayu-dayu. Belum lagi ada elemen nostalgia, jadi setiap kali mendengar El-Suraya, seperti sedang berada di rumah Atok. Itu masih bait pertama, coba perhatikan kutipan lain ini. 

Bila ingin harum bak mawar, jauhi sifat meninggi diri.

Bisa ular tidakkan tawar, walau menyuruk batang berduri. 

Bagaimana mungkin manusia bisa harum namanya jika dia tidak meninggikan dirinya? Hidup dalam sistem yang hanya menilai apa yang menonjol dan terlihat, maka bait di atas hanyalah khayalan. Pada akhirnya manusia menjadi penipu. Dia cari apa yang dapat meninggikan dirinya, tapi dibungkus dalam seolah-olah hal yang membumi. Dia berteman hanya pada manusia lain yang punya privilege, semata-mata ingin menjaga privilege yang dia punya. Dia berdiskusi setiap hari, tapi kosong, karena hal yang dilakukannya hanyalah agar orang yang didepannya punya kesan bahwa percakapan ini terjadi karena pertemanan. Padahal tidak. Semuanya cuma jual beli. Kebaikan sejati lahir dari kerendahan hati, sedangkan keburukan (bisa) tidak akan pernah berubah menjadi kebaikan hanya dengan tipu daya.






Comments

Popular posts from this blog

Konsep Dasar Kreativitas

Konsep Dasar Kreativitas Pendahuluan Kreativitas merupakan salah satu aspek penting dalam psikologi yang berkaitan erat dengan kemampuan individu untuk menghasilkan gagasan baru, berguna, serta sesuai dengan konteks sosial dan budaya. Mata kuliah Psikologi Kreativitas di Fakultas Psikologi USU menempatkan pemahaman tentang konsep dasar kreativitas sebagai landasan sebelum membahas pendekatan 4P, pengukuran, maupun aplikasinya. Definisi Kreativitas Secara umum, kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan menghasilkan ide yang baru (novel) dan berguna (useful) (Amabile, 1983; Shalley & Breidenthal, 2021). Dua dimensi ini—kebaruan dan kegunaan—merupakan konsensus utama dalam penelitian modern. Meski demikian, beberapa pakar sebelumnya menekankan aspek orisinalitas dan kesesuaian (Barron, 1955; Stein, 1974). Karakteristik Kreativitas Kebaruan (novelty): ide harus berbeda dari yang sudah ada. Kegunaan (usefulness): ide harus relevan dan memiliki nilai praktis. Proses heuristik: kre...

Resume Kalat Chapter 1-Nerve Cells and Nerve Impulses

Nerve Cells  and Nerve Impulses Modul 1.1-The Cells of the Nervous System 1. Neurons and Glia Neuron adalah unit dasar sistem saraf, berfungsi menerima, memproses, dan menyampaikan informasi. Struktur utama neuron: soma (badan sel), dendrit (penerima sinyal), akson (penghantar sinyal), dan terminal sinaptik. Glia bukan hanya “lem” otak, tetapi memiliki peran penting: mendukung metabolisme neuron, membentuk mielin, membuang sisa metabolik, serta membantu komunikasi kimiawi. Jumlah sel glia hampir sama atau bahkan lebih banyak dibanding neuron, tergantung area otak. 2. The Blood–Brain Barrier Merupakan mekanisme pertahanan otak dari zat berbahaya dalam darah. Dibentuk oleh sel endotel yang rapat serta didukung astrosit. Melindungi otak dari racun, patogen, dan fluktuasi kimia darah, tetapi juga membatasi masuknya obat-obatan tertentu. Zat yang larut lemak (misalnya nikotin, alkohol) dan molekul kecil (oksigen, karbondioksida) dapat menembus dengan mudah,...

Konsep Sensasi dan Persepsi dalam Praktik Kedokteran Gigi

  Sensasi dan Persepsi dalam Praktik Kedokteran Gigi Pendahuluan Dalam konteks pelayanan kesehatan, pengalaman pasien terhadap prosedur medis tidak hanya ditentukan oleh kondisi biologis atau teknis semata, melainkan juga oleh bagaimana mereka merasakan dan menafsirkan stimulus yang berasal dari lingkungan klinis. Dalam praktik kedokteran gigi, pemahaman tentang sensasi dan persepsi menjadi penting karena pasien sering kali mengalami kecemasan, rasa takut, atau nyeri yang tidak sebanding dengan prosedur objektif yang dilakukan. Oleh karena itu, dokter gigi perlu memahami bagaimana sensasi diterima secara fisiologis dan bagaimana persepsi terbentuk secara psikologis sehingga dapat mengelola pengalaman pasien secara holistik. Menurut Kalat (2016), sensasi adalah proses biologis ketika reseptor sensorik mendeteksi energi fisik dari lingkungan, sedangkan persepsi adalah proses psikologis dalam memberikan makna terhadap sensasi tersebut. Kedua proses ini saling berhubungan dan me...